Selasa, 02 Agustus 2011

Bersedekah jadi Kunci Sukses Usaha

08/03/2011
Bersedekah jadi Kunci Sukses Usaha

Setelah mencoba berbagai jenis usaha, Doni Tirtana akhirnya mantap jadi produsen alat keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Untuk mencari pembeli, Doni berjualan di milis Club K3 sekaligus menimba ilmu. Produk Doni pun laris manis dan mencatat omzet Rp 600 juta per bulan. Kini 60% pelanggan Doni adalah perusahaan asing.

BOSAN menggeluti bisnis fotografi lantaran mulai banyak pesaing, Doni Tirtana beralih membuat cakram optik (CD) yang berisi informasi atau katalog tentang kampus.Tangan Doni memang dingin. CD interaktif itu juga laris manis. Dia pun mengembangkan usahanya dengan membuat CD interaktif untuk sekolah dan komunitas tertentu. Semakin dikenalnya produk CD interaktif buatan Doni, membuat pria asal Malang ini makin dikenal piawai menyusun informasi untuk dikemas dalam bentuk CD.

Hingga suatu saat. Doni mendapat tawaran membuat company profile perusahaan milik orangtua seorang temannya Tidak perlu berfikir dua kali. Doni menyanggupi tawaran itu dan langsung memproduksinya Kurang lebih selama setahun. Doni mengerjakan CD company profile perdananya itu.

Begitu company profile yang pertama kelar, "Ada empat perusahaan lain yang menjadi klien saya," kala Doni. Dari setiap perusahaan, Doni mendapat imbal jasa sebesar Rp 20 juta. Tapi, lagi-lagi, saat pesanan CD company profile lagi ramai. Doni justru memutuskan meninggalkan bisnis ini. "Produsen company ] sudah banyak, saya mesti cari usaha lain" kala Doni

Beruntung bagi Doni, order kembali datang. Dia mendapat pesanan untuk membuatvideo safety induction yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja CK3) dari sebuah perusahaan swasta Doni pun mengerjakan pesanan itu dengan baik sehingga si pemesan terkesan dengan produk K3 tersebut.

Dari si pemesan itulah kemudian Doni tahu bahwa ada "kekosongan" di bisnis perlengkapan K3. Si pemesan yang kebetulan senior Doni di kampus ITB itu menyarankan Doni untuk terjun di bisnis K3 ini
Namun untuk memulai bisnis perlengkapan K3 temyata tidak mudah, Doni mesti belajar banyak tentang K. i "Bagi saya itu bukan masalah, karena masih bisa dipelajari," jelas Doni.

Setelah belajar tentang K3, Doni kemudian bergabung dengan milis Club K3, milis yang beranggotakan pekerja bagian 103 atau HSE (healDi, safely, environment) di perusahaan dan intansi tertentu. "Sejak bergabung di milis itu saya mengerti tentang K3," terang Doni

Gayungpun bersambut, setelah paham dunia K Doni lantas menawarkan produk kepada penghuni milis berupa poster yang memuat informasi tentang keselamatan kerja "Pertama saya hanya bikin empat sampai lima poster saja" hitung Doni.

Karena banyak peminat. Doni menambah produksi. Doni bilang, untuk membuat poster mesti mengetahui informasi dan prosedur K3. Tak hanya itu, poster K3 juga memilik) persyaratan warna dan/on/ standar. "Ada standar baku yang mesti

Kemba nyakanklien kami dariperusahaan oildan gas," kata Donidipatuhi," terang Doni. Cukup lumayan keuntungan yang diraih Doni dalam membual poster Ki itu. Dengan biaya produksi hanya Rp 25.000 per poster, tahun 2007 Doni bisa menjual seharga Rp 125.000 per poster.

Poster informasi Ki milik Doni terdiri dari poster jenis template dan cosinnu I umk poster template diniai Rp 140.000 per poster. "Poster jenis costume dijual lebih mahal Rp 2.5 juta per poster," kata Doni.
Seiring waktu, bisnis Doni kian berkembang. Sekarang ini. Doni memiliki nga divisi kerja yakni dhisi safely sign, divisi desain, dan multimedia

Produknya antara lain safely poster, safety booklet, safety animation, safety sticker serta video safety induction. Troduk ini merupakan media informasi tentang (CS. terang Doni.Kini, pelanggan Doni tidak hanya perusahaan domestik saja, .lusim pelanggan Doni, 60% adalah perusahaan asing kebanyakan klien kami d;ui perusahaan minyak dan g;i* ungkap Doni

Doni menghitung, hingga kini setidaknya sekitar td perusahaan yang diu tangani dengan omzet hingga Rp 600 juta per bulan. Doni bilang, untuk mencapai sukses mesti mau bermimpi, kerja keras, disiplin, dan jangan lupa bersedekah. "Antara pekerjaan dan ibadah harus seimbang, kata Doni.Kini, Doni menyisihkan 10% dari laba perusahaannya untuk kegiatan amal. "Sedekah itu membuat bisnis saya menjadi lebih Iai terang Doni.

Sumber :: Harian Kontan
Handoyo


Rezeki Mengalir dari Salon Mobil

08/03/2011
Rezeki Mengalir dari Salon Mobil

Menimbang tawaran waralaba salon mobil Auto Beauty asal Semarang

Handoyo JAKARTA. Bagi sebagian besar orang, mobil kini tidak hanya sekadar sebagai alat transportasi. Namun, juga menjadi bagian dari gengsi yang menunjukkan identitas penunggangnyaMaka tak heran, jika mereka sangat memperhatikan penampilan mobilnya. Berbagai perawatan pun dilakukan, baik perawatan rutin seperti cuci mobil, hingga perawatan ke salon mobil. Kondisi ini jelas memberi peluang bisnis salon mobil.Sejak tahun lalu, Auto Beauty, usaha salon mobil asal Semarang, mulai menawarkan waralaba Kini, mereka sudah mendapatkan tiga calon terwaralaba, yang berasal dari Magelang, Kendal, dan Tegal.

Untuk bergabung dengan Auto Beauty, menurut Ahmad Sriyono, Manager Fivnchise Auto Beauty, calon terwaralaba harus menyediakan dana Rp 275 juta Biaya invetasi itu terbagi menjadi franchise fee sebesar Rp 150 juta dengan masa perjanjian lima tahun, serta biaya paket franchise mi ii Iai Rp 125 juta

Dengan membayar biaya paket fra neh ise ini. terwaralaba akan mendapatkan peralatan, bahan-bahan, ttnining karyawan, brosur, konsultasi, dan kunjungan. Setiap bulan, mitra juga harus membayar royalty fee sebesar 10% dari omzet ke pusat.

Karena bisnis pencucian atau salon mobil ini sangat berkaitan dengan jasa Ahmad menyarankan calon terwaralaba memperhatikan lokasi. Investor harus menyiapkan lahan seluas 500 rn2 hingga 1.000 rn2.

Lokasi lahan juga harus strategis, berada dipinggir jalan besar, lalu lintas mobil pribadi yang cukup padat atau sekitar 20-30 mobil dalam satu menit. Lokasi itu berada di sekitar perumahan kelas menengah ke atas, dekat kampus, perkantoran, kawasan ruko ataupun supermarket.

Dengan kualitas pelayanan yang memuaskan, Ahmad pun menjamin, pelanggan yang puas tak akan merasa kebe"Yang berkaitan dengan otomotifprospeknyasangat cerah,"ujar Amir.ratan dengan uang yang dibayarkan. Mereka akan selalu kembali, baik untuk cuci mobil atau melakukan perawatan di salon mobil.

Auto Beauty menawarkan beragam paket cuci mobil. Mulai cuci ekspress seharga Rp 20.000 hingga paket cuci pelangi seharga Rp 100.000. Untuk paket cuci ekspres, pelanggan dapat menikmati jasa pembersihan bodi luar dalam waktu 20 menit.

Sedangkan, dalam paket cuci pelangi, mobil bakal di guyur dengan campuran empat varian shampo dengan warna yang berbeda Dalam sehari Ahmad mentargetkan kunjungan 25 pelanggan Dengan target itu. ia pun menghitung, terwaralaba bisa balik modal dalam waktu 16 bulan.Menurut Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia, Amir Karamoy, prospek bisnis salon mobil masih sangat ter-buka. "Usaha yang berkaitan dehgan otomotif mempunyai prospek sangat cerah," ujar Amir.

Ia pun berpesan, jika mengincar kalangan menengah atas, pemilik bisnis ini harus rajin mengikuti perkembangan teknologi peralatan salon serta pelayanan yang memuaskan. "Ini untuk membedakan dengan bisnis cuci mobil pinggir jalan," tambah Amir.

Bagi para calon terwarala-ba. Amir juga mengingatkan, agar mereka tak terlalu tergoda dengan simulasi usaha yang ditawarkan. "Calon terwaralaba harus menelaah dengan baik, apakah hitungan itu masuk akal atau tidak," tandas Amir.Auto Beauty Franchise Car Wash Auto Detailing Jl Soekarno Hatta No.277 Tlogosari, Semarang Telp. (024) 6747030


Sumber :: Harian Kontan


Hasil Panen Tergantung Pilihan Lahan aan Perawatan

08/03/2011
Hasil Panen Tergantung Pilihan Lahan aan Perawatan


Selain memiliki nilai jual tinggi, satu hal yang menjadi daya pikat tanaman jati solomon adalah pemeliharaannya yang mudah. Tapi investor mesti waspada, karena pohon jati itu rentan diserang hama saat umur pohon masih menginjak setahun.

WALAUPUN jenis tanaman jati jumbo atau jati solomon berbeda dengan jati biasa, tapi proses perawatan tanaman jati solomon tidak jauh berbeda dengan jati lokal yang sudah biasa kita kembangkan.Hari Winarea, pemilik CV Alam I-Ujau Makmur mengaku, tidak menemukan perbedaan yang mencolok antara merawat jati solomon dengan jati biasa. Ia juga tidak menemukan kendala yang berarti dalam membudidayakan jati solomon itu.

Namun, untuk investasi jati solomon ia menyarankan untuk mencari lahan yang terbaik. Pastikan lahan tempat bibit si jangkung itu tidak tergenang air atau lembab seperti rawa Tanah yang ideal untuk jati solomon adalah tanah yang stabil," kata Hari.

Usahakan tidak menanam jati solomon pada lahan yang basah alias becek. Sebab, tanah yang basah mengakibatkan pohon jati itu tidak bisa tumbuh. "Jika memang tanah gampang basah, harus dibuat drainase agar air bisa mengalir," urai Hari.

Soal ketinggian tanah, jati solomon cocok ditanam di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut, dengan temperatur suhu 28-35 derajat celcius.Hari mengingatkan, hindari menanam jati pada areal lahan yang berdekatan dehgan perkotaan. Sebab, dari hitungan investasinilainya akan lebih tinggi karena harga beli atau harga sewa lahan jatuhnya jadi lebih mahal.

Selain ancaman gangguan pertumbuhan dari faktor tanah, investor jati solomon juga memiliki resiko gagal panen. Pohon jali solomon bisa menjadi sasaran empuk bagi hama penyakit tanaman, seperti ulat, rayap, dan juga belalang.

Untuk mencengah risiko

Pohon jatijumbo solomonrawan diseranghama, terutamausia setahuntanam.gagal panen akibat hama tersebut, maka dibutuhkan perawatan ekstra pada tahun pertama usia penanaman jati.Salah satu solusi untuk menanggulangi aneka hama itu adalah dengan menyemprotkan pestisida. "Jika hama dibiarkan, maka pohon jati bisa layu dan bisa mati sebelum berkembang," terang Hari.

Hal lain yang bisa menganggu investasi jati solomon adalah pembiaran tunas jati tumbuh di batang pohon. Usahakan pembersihan tunas bisa dilakukanberkala agar pohon tetap tumbuh lurus dengan sedikit cabang. "Jika lalai membersihkan tunas bisa menganggu pertumbuhan, ungkap Hari.

Namun, dari sisi perawa-tan lainnya, jati solomon lebih unggul ketimbang pohon jati biasa. Jati jumbo tidak perlu proses penja-rangan, atau penyesuaian tingkat ketinggian tanam secara berkala "Pohon jati solomon memiliki karakter tumbuh ke atas, sehingga ketinggian pohon nanti bisa sama tinggi," kata Teddy Pohan. Marketing PT Tunas Agro Lestari.

Selain itu, jati solomon tidak perlu ditanam dengan jarak dekat, seperti jati biasa Jika jati biasa ditanam dengan jarak 1,6 meter, maka jati solomon cukup ditanam dengan jarak 3 meter hingga 4 meter. "Jati biasa harus ditanam berdekatan agar pohon bisa tegak lurus," kata Teddy.

Teddy menyarankan, calon investor jati solomon mencari lahan yang memiliki curah hujan di bawah 1.500 mm per tahun. Sebab, di masa awal penananam, jati butuh kadar air yang cukup. "Usahakan juga mencari lahan yang mengandung kapur tinggi,* kata Teddy.


Sumber :: Harian Kontan
Fahriyadi, Dea Chadlza Syafina


Hasil Panen Tergantung Pilihan Lahan aan Perawatan

08/03/2011
Hasil Panen Tergantung Pilihan Lahan aan Perawatan


Selain memiliki nilai jual tinggi, satu hal yang menjadi daya pikat tanaman jati solomon adalah pemeliharaannya yang mudah. Tapi investor mesti waspada, karena pohon jati itu rentan diserang hama saat umur pohon masih menginjak setahun.

WALAUPUN jenis tanaman jati jumbo atau jati solomon berbeda dengan jati biasa, tapi proses perawatan tanaman jati solomon tidak jauh berbeda dengan jati lokal yang sudah biasa kita kembangkan.Hari Winarea, pemilik CV Alam I-Ujau Makmur mengaku, tidak menemukan perbedaan yang mencolok antara merawat jati solomon dengan jati biasa. Ia juga tidak menemukan kendala yang berarti dalam membudidayakan jati solomon itu.

Namun, untuk investasi jati solomon ia menyarankan untuk mencari lahan yang terbaik. Pastikan lahan tempat bibit si jangkung itu tidak tergenang air atau lembab seperti rawa Tanah yang ideal untuk jati solomon adalah tanah yang stabil," kata Hari.

Usahakan tidak menanam jati solomon pada lahan yang basah alias becek. Sebab, tanah yang basah mengakibatkan pohon jati itu tidak bisa tumbuh. "Jika memang tanah gampang basah, harus dibuat drainase agar air bisa mengalir," urai Hari.

Soal ketinggian tanah, jati solomon cocok ditanam di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut, dengan temperatur suhu 28-35 derajat celcius.Hari mengingatkan, hindari menanam jati pada areal lahan yang berdekatan dehgan perkotaan. Sebab, dari hitungan investasinilainya akan lebih tinggi karena harga beli atau harga sewa lahan jatuhnya jadi lebih mahal.

Selain ancaman gangguan pertumbuhan dari faktor tanah, investor jati solomon juga memiliki resiko gagal panen. Pohon jali solomon bisa menjadi sasaran empuk bagi hama penyakit tanaman, seperti ulat, rayap, dan juga belalang.

Untuk mencengah risiko

Pohon jatijumbo solomonrawan diseranghama, terutamausia setahuntanam.gagal panen akibat hama tersebut, maka dibutuhkan perawatan ekstra pada tahun pertama usia penanaman jati.Salah satu solusi untuk menanggulangi aneka hama itu adalah dengan menyemprotkan pestisida. "Jika hama dibiarkan, maka pohon jati bisa layu dan bisa mati sebelum berkembang," terang Hari.

Hal lain yang bisa menganggu investasi jati solomon adalah pembiaran tunas jati tumbuh di batang pohon. Usahakan pembersihan tunas bisa dilakukanberkala agar pohon tetap tumbuh lurus dengan sedikit cabang. "Jika lalai membersihkan tunas bisa menganggu pertumbuhan, ungkap Hari.

Namun, dari sisi perawa-tan lainnya, jati solomon lebih unggul ketimbang pohon jati biasa. Jati jumbo tidak perlu proses penja-rangan, atau penyesuaian tingkat ketinggian tanam secara berkala "Pohon jati solomon memiliki karakter tumbuh ke atas, sehingga ketinggian pohon nanti bisa sama tinggi," kata Teddy Pohan. Marketing PT Tunas Agro Lestari.

Selain itu, jati solomon tidak perlu ditanam dengan jarak dekat, seperti jati biasa Jika jati biasa ditanam dengan jarak 1,6 meter, maka jati solomon cukup ditanam dengan jarak 3 meter hingga 4 meter. "Jati biasa harus ditanam berdekatan agar pohon bisa tegak lurus," kata Teddy.

Teddy menyarankan, calon investor jati solomon mencari lahan yang memiliki curah hujan di bawah 1.500 mm per tahun. Sebab, di masa awal penananam, jati butuh kadar air yang cukup. "Usahakan juga mencari lahan yang mengandung kapur tinggi,* kata Teddy.


Sumber :: Harian Kontan
Fahriyadi, Dea Chadlza Syafina


Merangkai Untung dari Hasil Menenun Lidi menjadi Taplak Meja

08/03/2011
Green Business


Seluruh bagian pohon kelapa memang bernilai guna. Selain buah, daun dan batang, lidi atau tulang daun kelapa bisa diolah menjadi kerajinan bernilai ekonomis. Lidi bisa ditenun menjadi tikar, suvenir, boks pakaian, dan juga taplak meja yang laku di pasar luar negeri. Perajin tenun lidi bahkan mampu meraup omzet hingga Rp 150 juta per bulan.

PRODUK lidi temyata tidak hanya bisa diolah mer\jadi sapu atau tusuk sate saja Lidi atau tulang daun kelapa itu juga bisa disulap mejadi kerajinan menarik yang unik, dan diminati konsumen di pasar domestik maupun internasional.

Namun, untuk membuat kerajinan menarik dari lidi itu butuh kreativitas, seperti yang dilakukan Eko Rudiyanto. Lewat bendera KREA di Yogyakarta, Eko mengubah lidi menjadi aneka kerajinantenun nan unik.

Pria asal Bantul, Yogjakarta itu mengolah lidi menjadi aneka bentuk, seperti kotak CD, kotak pakaian, souvenir pernikahan, placemates atau taplak meja, kotak pensil, tas, tikar lidi, bahkan juga bingkai cermin. "Saat ini, saya fokus produksi taplak meja dan tikar lidi," terang Eko.

Eko sudah melakoni usaha pembuatan kerajinan lidi sejak 2002 lalu. Berkat ketekunan dan keuletannya. Eko bisa memasarkan produk itu hingga ke Belanda, Prancis, Italia, Arab, Qatar, Turki, Malaysia, dan Singapura.

Dalam memproduksi, Eko menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) tradisional. Alat itulah yang kemudian mengantarkan Eko mampu mendapatkan omzet hingga Rp 150 juta per bulan.Omzet itu ia peroleh dari pengiriman 8.000-10.000 unit placemates dan tikar lidi tiap minggu ke berbagai negara. Hargajual dari setiap produk itu mulai dari Rp 3.500 per unit sampai Rp 55.000 per unit, tergantung dari besar kecilnya ukuran dan tingkat kerumitan dari masing-masing produk.

Produk yang paling murah dibuat oleh Eko adalah jenis taplak meja ukuran 35 centimeter (an) x 45 aa Sedangkan untuk produk yang paling mahal adalah tikar lidi berukuran 45 cm x "Kebanyakan karyawan sayaadalahperempuan,"kata Eko. 10 meter (rn).

Dengan mempekerjakan 170 orang, dalam seminggu Eko bisa memproduksi 10.000 placemates serta 300-350 roll tikar. Eko menghitung, untuk pengerjaan satu anil tikar, dibutuhkan satu karyawan yang bekerja dalam satu hari.Denganmempekerjakan 170 karyawan itu. Eko berharap bisa berbagi rezeki dengan masyarakat lingkungan tempat ia menetap. "Kebanyakan karyawan saya adalah perempuan,kata Eko.

Eko sengaja memilih karyawan perempuan lantaran kaum hawa ini lebih teliti dan lebih sabar dalam merangkai kerajinan tenun dari lidi.

Proses pengerjaan placemates itu mirip dengan cara menenun kain biasa Tahap pertama adalah melakukan pemintalan benang menjadi gulungan yang besar. . Selanjutnya batang lidi yang telah kering dibersihkan dari sisa-sisa daun yang masih menempel. "Kalau tidak dibersihkan, efeknya Udi mudah busuk," jelas Eko. Setelah batang lidi bersih, maka lidi yang sudah halus itu ditemui dengan benang yang telah dipintal sesuai dengan ukuran dan permintaan konsumen.

Dalam mendapatkan bahan baku, Eko mendatangkannya dari Ciamis, Jawa Barat. Setiap ikat lidi. Eko membelinya seharga Rp 1.100 - Rp 1.200. Dalam sebulan. Eko menghabiskan 17.000 ikat. Jumlahnya itu bisa dua sampai tiga truk dengan panjang lidi rata-rata 60 cm-70 cm," jelas Eko.

Selain Eko. perajin tenun lidi yang lain adalah Dwi Santoso. Dwi memulai usaha menenun lidi sejak 2000 lalu. Saat nu ia mengolah limbah lidi yang banyak berserakandi sekitar tempat tinggalnya. "Dari iseng akhirnya menjadi kerajinan tenun," ujar Dwi pemilik Lya Craft di Sleman YogyakartaBerawal dari iseng itulah Dwi sukses membuat tenun lidi secara massal. Namun, karena kebutuhan lidi kian banyak, Dwi memutuskan membeli Udi dari daerah Cilacap dan juga Ciamis.

Setiap minggu, Dwi membeli 1.000 hingga 2.000 ikat lidi dengan harga Rp 1.000 per ikat. Lidi-lidi itulah yang kemudian ia olah menjadi kerajinan tenun berupa placemates dan tikar Udi.Setidaknya dalam sepekan Dwi mampu memproduksi 3.000 hingga 5.000 unit produk kerajinan. Hasil produksi sebanyak itu dikerjakan oleh 25 karyawannya yang bekerja di bengkel kerajinan.

Soal harga, Dwi memban-derol aneka kerajinan itu dengan harga yang berbeda, yakni mulai harga Rp 2.000 per unit hingga Rp 50.000 per unit, tergantung dari besar kecilnya ukuran kerajinan tersebut.

Selain membentuk Udi menjadi lembaran yang ditcnun, Dwi juga membuat stik lidi dengan hiasan manik-manik seharga Rp 10.000 per unit Dari bisnis pembuatan tenun lidi ini. Dwi bisa mengantongi omzet hingga Rp 100 juta per bulan.

1 ntuk proses produksi. Dwi niiiiibaginya dengan dua pilihan. Pertama, pilihan tenun dengan warna alami. Kedua adalah tenun pilihanwarna tambahan.I Htuk membuat tenun lidi dengan warna tambahan, membutuhkan proses pewarnaan tersendiri. Setidaknya dibutuhkan dua ons pewarna kayu untuk satu tenun Udi. Agar mendapatkan warna cerah seperti ungu ataupun hijau, hasil tenunan ttu direbus selama 10-16 menit.

Sedangkan untuk mendapatkan warna gelap seperti biru dan hitam, perebusan butuh waktu lebih lama hingga satu jam. Setelah liffiLs. batang-batang lidi dijemur iii bawah sinar matahari langsung selama setengah han I-ngi-ringan bisa dengan ovt-n khusus kayu dengan suli derajad," papar I -.\ i


Sumber : Harian Kontan
Handoyo


Senin, 01 Agustus 2011

TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia



TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia - Oli motor atau mobil adalah cairan sebagai pelumas mesin internal. Berfungsi untuk mencegah gesekan antara bagian yang bergerak. Dalam kondisi iklim yang berbeda serta beberapa bentuk penggunaan mesin, maka dibutuhkan oli atau minyak pelumas yang terbaik agar fungsinya dapat berjalan dengan maksimal.
Seiring  berjalannya waktu, oli mesin mungkin akan kehilangan kekentalan cairannya . Dalam komponen sebuah mesin, terjadi gerakan dan gesekan, seperti pada silinder, bantalan,katup, dan lain - lain. Gesekan antara bagian-bagian tersebut dapat membahayakan dan mengurangi fungsi mesin, mengurangi kinerja, mengurangi masa manfaatnya , boros bahan bakar, dan menyebabkan keausan. Sehingga kita harus benar – benar memilih pelumas yang TOP 1 untuk melindungi mesin mobil dan motor anda ketika bepergian, berkunjung ke saudara bersama keluarga atau sekedar berwisata ke tempat yang menarik di Indonesia.
TOP 1 Oli Sintetik Mobil-Motor Indonesia. TOP 1 merupakan produk pelumas untuk motor dan mobil yang sudah terbukti kualitasnya. TOP 1 Oil Products Company USA adalah produsen pelumas independen yang tidak terikat pada sumber base oil/aditif tertentu, itulah kenapa Top 1 menjadi produk pelumas yang sangat hebat. Dengan posisi yang independen, menjadikan TOP 1 Oil Products Company USA dapat memilih bahan-bahan dasar terbaik untuk produk pelumas TOP 1. Dengan teknologi SYNGEN 2000 bahan dasar pelumas TOP 1 di proses, sehingga menghasilkan base oil sintetik yang murni. Selain itu, TOP 1 juga merupakan produk pelumas yang paling sulit di palsukan di dunia, karena memiliki tim khusus untuk pengamanan anti palsu dan perlindungan konsumen.

TOP 1 Oli Sintetik Mobil-Motor Indonesia, hal ini tidak berlebihan, karena memang TOP 1 memiliki keunggulan di bandingkan dengan pelumas biasa.